Tiga Penyakit Kelamin Yang Paling Sering Menyerang Pria

Penyakit kelamin bisa menyerang pria maupun wanita. Namun dalam beberapa kasus, ada beberapa penyakit kelamin yang sering menyerang pria. Tiga di antaranya adalah Klamidia, Gonore dan Sifilis. Meski sulit untuk mendiagnosis ketiga penyakit tersebut, akan tetapi gejala umum yang biasanya timbul adalah, adanya benjolan atau ruam pada alat kelamin, gatal di penis atau testis, dan juga nyeri saat kencing. Berikut penjelasan terkait penyakit kelamin Klaimidia, Gonore dan Sifilis.

Klamidia

Klamidia atau Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Penyakit ini bisa menjangkiti pria dan wanita dalam segala usia. Namun sebagian besar kasus chlamydia dialami oleh wanita berusia muda yang aktif secara seksual namun para pria juga rentan terserang klamidia. Penyakit ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak segera ditangani dengan tuntas. Penderita terkadang tidak menyadari bahwa ia mengidap klamidia, karena gejalanya tidak selalu dikenali. Namun bagi anda para pria bisa mengetahuinya jika mengalami tanda dan gejala sebagai berikut :

  • Adanya sedikit cairan bening atau keruh yang muncul di ujung penis
  • Rasa sakit ketika buang air kecil
  • Rasa panas dan gatal di lubang penis
  • Munculnya rasa sakit dan bengkak di sekitar testis

Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini ditularkan oleh penderita melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Penularan chlamydia bisa melalui seks oral, anal, vaginal, dan saling bersentuhannya alat kelamin. Selain itu, chlamydia juga bisa menular melalui alat bantu seks yang tidak dilapisi dengan kondom atau tidak dicuci sampai bersih setelah digunakan.

Klamidia yang terjadi pada pria dan juga wanita bisa diatasi degan mudah menggunakan obat dari dokter. Jenis pil antibiotik sering digunakan untuk menghindari penyebaran yang lebih masif dan memburuh perlahan-lahan semua bakteri yang ada di area kemaluan. Dengan perawatan yang baik, penyakit ini bisa segera sembuh dalam jangka waktu dua minggu saja. Kalau Anda memiliki gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan agar tidak telah penanganannya. Begitu penyakit sudah menyebar ke mana-mana, gangguan yang lebih besar bisa terjadi.

Gonore

Penyakit kencing nanah atau dalam dunia kedokteran disebut Gonore merupakan suatu penyakit menular seksual yang masuk dalam kategori penyakit kelamin dan umum di alami oleh pria maupun wanita karena disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Sebagian besar laki-laki mungkin tidak akan menyadari gejala bahwa ia telah mengidap gonore, karena beberapa laki-laki memang tidak mendapatkan gejalanya. Gejala yang paling umum dan paling pertama dikenali adalah rasa panas atau terbakar ketika buang air kecil. Setelah itu akan diikuti oleh gejala lainnya berupa:

  • Frekuensi buang air kecil yang cukup sering
  • Keluarnya nanah dari penis (tetesan cairan) berwarna putih, kuning, krem atau kehijau-hijauan)
  • Bengkak dan kemerahan pada bukaan atau kulup penis
  • Bengkak atau nyeri pada testis
  • Sakit tenggorokan yang datang terus-menerus

Untuk mengobati gonore sebaiknya segera di periksakan ke dokter dan biasanya dokter akan memberikan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik serta menganjurkan agar Anda kembali lagi satu atau dua pekan setelah pengobatan awal untuk pemeriksaan ulang dan memastikan bakteri gonore telah hilang sepenuhnya. Gejala akibat bakteri gonore akan membaik setelah beberapa hari jika dilakukan pengobatan yang efektif dan sesegera mungkin. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah yang serius.

Sifilis

Sifilis, atau dikenal juga dengan raja singa, adalah penyakit infeksi menular seksual yang bersifat kronis. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum. Sifilis dapat menyerang organ-organ dalam tubuh seperti jantung, otak dan susunan saraf. Penyakit sifilis dapat menyerang laki-laki maupun wanita, dan segala usia.

Umumnya, infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi Treponema pallidum. Selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui pajanan cairan tubuh penderitanya, misalnya melalui darah. Berbagi jarum juga bisa menularkan infeksi penyakit ini, baik pada pengguna narkoba suntik maupun pada penyuka seni merajah tubuh, misalnya tato dan menindik telinga.

Gejala pertama sifilis muncul sekitar tiga minggu setelah bakteri memasuki tubuh. Infeksi sifilis terbagi menjadi empat tahapan utama, antara lain:

  1. Tanda dan gejala tahap primer :
    Penderita sifilis mengalami gejala yang dimulai dengan lesi atau luka pada alat kelamin atau di dalam dan di sekitar mulut. Luka yang terjadi berbentuk seperti gigitan serangga tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Pada tahap ini, jika orang yang terinfeksi berhubungan seksual dengan orang lain, penularan sangat mudah terjadi. Luka ini bertahan selama 1-2 bulan. Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas.
  2. Tanda dan gejala tahap sekunder :
    Penderita sifilis sekunder akan mengalami ruam merah serukuran koin kecil dan biasanya ruam ini muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam, nafsu makan menurun, radang tenggorokan dan kutil kelamin. Fase ini bisa bertahan selama satu hingga tiga bulan.
  3. Tanda dan gejala tahap laten :
    Setelah fase sifilis sekunder, sifilis seakan-akan menghilang dan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Masa laten ini bisa bertahan sekitar dua tahun sebelum kemudian lanjut ke masa yang paling berbahaya dalam infeksi sifilis yaitu sifilis tersier.
  4. Tanda dan gejala tahap tersier :
    Jika infeksi tidak terobati, sifilis akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu sifilis tersier. Pada tahap ini, infeksi bisa memberi efek yang serius pada tubuh. Beberapa akibat dari infeksi pada tahapan ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.

Pengobatan sifilis sangat mudah dilakukan. Pengobatan umumnya adalah dengan menggunakan antibiotik berupa suntikan penisilin. Pengobatan pada sifilis ditujukan untuk menghilangkan Treponema pallidum sebagai penyebab, dan mencegah penularan kepada orang lain. Pengobatan juga harus dilakukan sedini mungkin utnuk mendapat hasil yang lebih baik. Selain menggunakan obat-obatan, pengobatan terhadap sifilis juga memerlukan edukasi. Tidak pernah ada pengobatan sifilis yang menggunakan pembedahan alat kelamin.

Tinggalkan komentar