Nyeri Kelamin

Peradangan pada kelenjar prostat atau prostatitis merupakan salah satu penyebab nyeri pada penis. Kelenjar prostat merupakan kelenjar yang dimiliki kaum pria, terletak di bawah kandung kemih. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan cairan semen, yaitu cairan yang berfungsi melindungi sperma ketika berjalan menuju telur agar terjadi pembuahan.

Pada kelompok usia antara 30-50 tahun merupakan kelompok usia yang rentan mengalami peradangan kelenjar prostat. Adanya infeksi saluran kemih, HIV/AIDS, infeksi menular seksual, penggunaan kateter urine, seks secara anal, dan riwayat prostatitis sebelumnya dapat meningkatkan risiko terjadinya prostatitis.

Prostatitis Asimtomatik
Seseorang dengan peradangan kelenjar prostat tipe ini tidak menunjukkan gejala apapun. Umumnya, kondisi ini ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan untuk infeksi saluran kemih atau gangguan pada reproduksi. Kondisi ini tidak menimbulkan komplikasi dan tidak perlu mendapatkan pengobatan.

Gejala yang dialami pada prostatitis dapat merupakan suatu pertanda gangguan kelenjar prostat yang lebih serius, seperti kanker prostat. Bila Anda mengalami gejala-gejala peradangan kelenjar prostat, berkonsultasilah dengan dokter. Adanya nyeri yang sangat hebat, tidak dapat buang air kecil, darah pada air seni, dan gangguan buang air kecil disertai demam atau menggigil merupakan pertanda perlunya mencari penanganan medis segera mungkin.

Prostatitis Bakterial Kronis
Peradangan prostat pada tipe ini sama seperti prostatitis bakterial akut, Gejala yang dialami sama, tetapi intensitas nyeri yang dirasakan lebih ringan dan gejala bertahan selama lebih dari 3 bulan.

Pada prostatitis kronis, peradangan berlangsung perlahan dan dapat berlangsung dalam waktu lama, bahkan bertahun-tahun untuk sembuh. Kondisi ini dapat terjadi setelah Anda mengalami prostatitis bakterial akut ataupun infeksi saluran kemih. Gejala yang dapat dialami adalah nyeri saat berkemih, nyeri saat ejakulasi, sering buang air kecil, adanya darah pada cairan sperma, dan nyeri pada anus.

Prostatitis Bakterial Akut
Seperti namanya, peradangan prostat tipe ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini terjadi ketika bakteri melewati saluran kemih dan menginfeksi kelenjar prostat. Pada prostatitis bakterial akut, infeksi berlangsung dalam waktu singkat.

Gejala nyeri yang dirasakan muncul secara tiba-tiba dan berat. Gejala yang dirasakan berupa nyeri hebat pada sekitar alat kelamin, perut bagian bawah, lipat paha atau pinggang belakang bawah. Anda juga akan mengalami gangguan buang air kecil, seperti peningkatan rasa nyeri dan panas ketika berkemih, tidak dapat menahan buang air kecil, kesulitan saat mulai berkemih hingga tidak dapat berkemih akibat saluran tersumbat. Selain itu, demam, menggigil, mual dan muntah, dan pegal-pegal di seluruh tubuh juga bisa terjadi.

Prostatitis Kronis
Prostatitis kronis merupakan peradangan kelenjar prostat yang paling sering terjadi. Pada tipe ini, tidak ada infeksi bakteri yang menjadi penyebab peradangan. Penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui.

Beberapa penelitian menduga adanya infeksi mikro organisme menjadi mengakibatkan kondisi ini. Peradangan prostat tipe ini mungkin berkaitan dengan zat kimia dalam urine, respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi saluran kemih yang terjadi sebelumnya, atau kerusakan saraf pada area panggul. Keadaan stres juga dianggap dapat memengaruhi terjadinya kondisi ini.

Gejala utama terjadinya prostatitis kronis, yaitu nyeri yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih pada daerah penis, skrotum, antara skrotum dan anus, perut bagian bawah atau pinggang belakang bawah. Nyeri juga dapat Anda rasakan ketika buang air kecil ataupun ejakulasi. Nyeri muncul tiba-tiba dan hilang timbul, maupun semakin lama menjadi semakin parah.

Selain nyeri, Anda dapat mengalami kesulitan untuk menahan buang air kecil, frekuensi berkemih meningkat hingga lebih dari 8 kali dalam sehari. Pancaran air seni ketika buang air kecil juga dapat mengalami penurunan.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Nyeri Saat Kencing

Ketika buang air kecil dibarengi dengan rasa sakit, terbakar, atau terasa tidak nyaman, itu adalah tanda yang jelas bahwa terjadi sesuatu yang tidak beres dalam tubuhmu.

Buang air kecil yang menyakitkan bisa menjadi tanda timbulnya infeksi yang memerlukan pengobatan. Meski rasa sakit ketika buang air kecil akan hilang dengan sendirinya, sangat baik untuk konsultasi ke dokter jika gejala tersebut tidak membaik.

Gejala dari saluran kemih bawah meliputi buang air kecil terasa sakit dan sering buang air kecil atau desakan untuk buang air kecil (atau keduanya), sementara gejala pielonefritis meliputi demam dan nyeri panggul di samping gejala ISK bawah. Pada orang lanjut usia dan anak kecil, gejalanya bisa jadi samar atau tidak spesifik. Kuman tersering penyebab kedua tipe tersebut adalah Escherichia coli, tetapi bakteri lain, virus, maupun jamur dapat menjadi penyebab meskipun jarang.

Setelah kencing terasa sakit merupakan rasa nyeri, tidak nyaman, atau panas saat anda buang air kecil. Rasa nyeri ini dapat bermula dari kandung kemih, uretra. Uretra ialah saluran yang membawa urine keluar tubuh. Pada pria, area di antara skrotum dan anus dikenal sebagai perineum. Pada wanita, perineum adalah area di masa anus dan lubang vaginal area. Sakit kencing sangat umum ditemui, lebih umum terjadi pada wanita daripada pria. Pada pria, kondisi ini lebih sering terjadi pada pria yang lebih dewasa.

Buang air kecil yang normal adalah ketika Anda merasa tak ada yang sakit. Apabila sakit, yang sangat mungkin terjadi Anda terinfeksi klamidia, trikomoniasis dan gonore, serta herpes luka terbuka. Semuanya itu bisa mengakibatkan nyeri buang air kecil.

Cara Mencegah Setelah Kencing Terasa Sakit
Cara Mencegah Setelah Kencing Terasa Sakit antara kain dengan minum air putih yang banyak (minimal 8 gelas per hari), menjaga kebersihan organ intim Jangan menahan kencing, kompres dengan air hangat di bagian perut jika nyeri, dan minum obat penahan sakit

Penyakit Yang Ditandai dengan Gejala Setelah Kencing Terasa Sakit, antara lain:
1. Infeksi Saluran Kemih/Kencing
2. Batu kandung kemih
3. Batu ginjal
4. Infeksi klamidia
5. Prostatitis
6. Vaginitis
7. Herpes genital

Tanaman Tradisional untuk Mengatasi Setelah Kencing Terasa Sakit
1. Tanaman Obat untuk Mengatasi Setelah Kencing Terasa Sakit yaitu
2. Sirih Merah
3. Alang-alang
4. Sambiloto
5. Kumis Kucing, dll

Punya Keluhan Penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Tinea Cruris

Tinea cruris atau kurap merupakan infeksi jamur yang mengenai kulit di daerah alat kelamin, selangkangan, dan pantat. Penyakit kurap ini menyebabkan gejala gatal,dan ruam kemerahan … Read more →

Balanitis

Balanitis dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapapun. Balanitis sering terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun dan pada laki-laki dewasa yang … Read more →