Parasit Seksual

Penyakit ini termasuk satu dari sekian jenis penyakit seksual yang disebabkan oleh parasit dan berkembang melalui kontak seksual. Penyakit ini akan menyerang wanita di bagian vagina, genital, dan urin. Gejala-gejala parasit ini biasanya akan muncul kira-kira sekitar 5 hingga 28 hari.

Berikut ini keluhan yang biasa terjadi :
1. Keputihan yang berwarna kuning-kehijauan dengan bau yang tidak sedap
2. Perasaan tidak nyaman saat buang air kecil dan berhubungan intim
3. Rasa gatal dan iritasi di area genital
4. Sakit perut ringan ( tapi ini jarang terjadi )

Mendeteksi gejala-gejala di atas lebih awal akan mengurangi resiko penyakit menjadi semakin parah.

Untuk mendeteksi penyakit ini, Anda bisa meminta dokter melakukan tes laboratorium dan pemeriksaan pinggul ataupun pemeriksaan vagina. Cara penyembuhannya biasanya menggunakan antibiotik. Jika Anda alergi pada obat yang diminum, alternatif lain biasanya dengan mengoleskan obat pada kulit. Tapi cara ini tidak akan begitu efektif dibandingkan dengan obat yang ditelan, karena tidak mengobati penyakit dari luar dan dalam.

Penanganan yang terlambat atau penelantaran begitu saja dapat mempertinggi resiko orang lain yang ikut tertular. Si penderita sendiri juga rentan terkena resiko virus HIV. Jika si penderita sedang dalam masa kehamilan, ada kemungkinan penyakit ini memicu kelahiran prematur, meskipun penggunaan obat medis lain.

Penyakit menular seksual tidak selalu menimbulkan gejala atau bisa hanya menyebabkan gejala ringan. Oleh karena itu, tidak heran beberapa orang baru mengetahui dirinya menderita penyakit menular seksual setelah muncul komplikasi atau ketika pasangannya terdiagnosis menderita penyakit menular seksual.

Gejala yang dapat muncul akibat penyakit menular seksual akan berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya, namun umumnya berupa:

1. Muncul benjolan, luka, atau lepuhan di sekitar penis, vagina, anus, atau mulut
2. Vagina atau penis terasa gatal dan terbakar
3. Nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan intim
4. Keluar cairan dari penis (kencing nanah) atau vagina (keputihan)
5. Nyeri perut bagian bawah
6. Demam dan menggigil
7. Muncul pembengkakan kelenjar getah bening atau benjolan di selangkangan
8. Muncul ruam kulit di badan, tangan, atau kaki
9. Kulit penis kering, ruam, dan kemerahan

Selain beberapa gejala di atas, wanita juga bisa merasakan gejala lain, yaitu perdarahan di luar masa menstruasi dan muncul bau tidak sedap dari vagina.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Nyeri Kelamin

Peradangan pada kelenjar prostat atau prostatitis merupakan salah satu penyebab nyeri pada penis. Kelenjar prostat merupakan kelenjar yang dimiliki kaum pria, terletak di bawah kandung kemih. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan cairan semen, yaitu cairan yang berfungsi melindungi sperma ketika berjalan menuju telur agar terjadi pembuahan.

Pada kelompok usia antara 30-50 tahun merupakan kelompok usia yang rentan mengalami peradangan kelenjar prostat. Adanya infeksi saluran kemih, HIV/AIDS, infeksi menular seksual, penggunaan kateter urine, seks secara anal, dan riwayat prostatitis sebelumnya dapat meningkatkan risiko terjadinya prostatitis.

Prostatitis Asimtomatik
Seseorang dengan peradangan kelenjar prostat tipe ini tidak menunjukkan gejala apapun. Umumnya, kondisi ini ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan untuk infeksi saluran kemih atau gangguan pada reproduksi. Kondisi ini tidak menimbulkan komplikasi dan tidak perlu mendapatkan pengobatan.

Gejala yang dialami pada prostatitis dapat merupakan suatu pertanda gangguan kelenjar prostat yang lebih serius, seperti kanker prostat. Bila Anda mengalami gejala-gejala peradangan kelenjar prostat, berkonsultasilah dengan dokter. Adanya nyeri yang sangat hebat, tidak dapat buang air kecil, darah pada air seni, dan gangguan buang air kecil disertai demam atau menggigil merupakan pertanda perlunya mencari penanganan medis segera mungkin.

Prostatitis Bakterial Kronis
Peradangan prostat pada tipe ini sama seperti prostatitis bakterial akut, Gejala yang dialami sama, tetapi intensitas nyeri yang dirasakan lebih ringan dan gejala bertahan selama lebih dari 3 bulan.

Pada prostatitis kronis, peradangan berlangsung perlahan dan dapat berlangsung dalam waktu lama, bahkan bertahun-tahun untuk sembuh. Kondisi ini dapat terjadi setelah Anda mengalami prostatitis bakterial akut ataupun infeksi saluran kemih. Gejala yang dapat dialami adalah nyeri saat berkemih, nyeri saat ejakulasi, sering buang air kecil, adanya darah pada cairan sperma, dan nyeri pada anus.

Prostatitis Bakterial Akut
Seperti namanya, peradangan prostat tipe ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini terjadi ketika bakteri melewati saluran kemih dan menginfeksi kelenjar prostat. Pada prostatitis bakterial akut, infeksi berlangsung dalam waktu singkat.

Gejala nyeri yang dirasakan muncul secara tiba-tiba dan berat. Gejala yang dirasakan berupa nyeri hebat pada sekitar alat kelamin, perut bagian bawah, lipat paha atau pinggang belakang bawah. Anda juga akan mengalami gangguan buang air kecil, seperti peningkatan rasa nyeri dan panas ketika berkemih, tidak dapat menahan buang air kecil, kesulitan saat mulai berkemih hingga tidak dapat berkemih akibat saluran tersumbat. Selain itu, demam, menggigil, mual dan muntah, dan pegal-pegal di seluruh tubuh juga bisa terjadi.

Prostatitis Kronis
Prostatitis kronis merupakan peradangan kelenjar prostat yang paling sering terjadi. Pada tipe ini, tidak ada infeksi bakteri yang menjadi penyebab peradangan. Penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui.

Beberapa penelitian menduga adanya infeksi mikro organisme menjadi mengakibatkan kondisi ini. Peradangan prostat tipe ini mungkin berkaitan dengan zat kimia dalam urine, respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi saluran kemih yang terjadi sebelumnya, atau kerusakan saraf pada area panggul. Keadaan stres juga dianggap dapat memengaruhi terjadinya kondisi ini.

Gejala utama terjadinya prostatitis kronis, yaitu nyeri yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih pada daerah penis, skrotum, antara skrotum dan anus, perut bagian bawah atau pinggang belakang bawah. Nyeri juga dapat Anda rasakan ketika buang air kecil ataupun ejakulasi. Nyeri muncul tiba-tiba dan hilang timbul, maupun semakin lama menjadi semakin parah.

Selain nyeri, Anda dapat mengalami kesulitan untuk menahan buang air kecil, frekuensi berkemih meningkat hingga lebih dari 8 kali dalam sehari. Pancaran air seni ketika buang air kecil juga dapat mengalami penurunan.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Masalah Area Kewanitaan

Sejumlah masalah di kelamin wanita (Miss V) terkadang membuat wanita ketakutan seperti misalnya bila wanita menemukan benjolan atau sensasi terbakar. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti ada apa masalah apa pada kelamin adalah berbicara dengan dokter Anda. Tapi, banyak wanita yang begitu takut, bahkan mengambil langkah yang sulit.

Berikut masalah Miss V yang umum terjadi pada wanita:

Miss V terasa gatal
Wanita bisa merasakan gatal atau sangat gatal pada Miss V. Wanita tersebut lupa apa yang telah dilakukan sepanjang hari. Miss V gatal sering merupakan gejala dari vaginitis, yang merupakan istilah umum untuk infeksi vagina yang berbeda, termasuk infeksi ragi dan bakteri vaginosis (BV).

BV sering juga disertai dengan debit (cairan) berwarna abu-abu dan bau asam, sedangkan gejala infeksi jamur sering melibatkan debit tebal yang digambarkan seperti keju cottage.

Untungnya, infeksi ini tidak serius, dan dapat dengan mudah diobati dengan obat resep, dan infeksi jamur bisa dengan obat resep dari dokter atau obat over-the-counter pilihan Anda.

Dan kadang-kadang, Miss V yang terus-menerus gatal bukanlah tanda dari masalah medis sama sekali. Kulit vulva Anda juga bisa meradang oleh detergen pakaian atau sabun mandi yang baru mulai menggunakan.

Tapi Anda harus bertemu dokter untuk mengetahui dengan pasti.

Miss V terasa sakit saat buang air kecil
Anda bisa merasa sensasi seperti terbakar di Miss V, dan bahkan Anda menguatkan diri untuk tidak berteriak saat buang air kecil.

Buang air kecil yang normal adalah ketika Anda merasa tak ada yang sakit. Apabila sakit, yang sangat mungkin terjadi Anda terinfeksi klamidia, trikomoniasis dan gonore, serta herpes luka terbuka. Semuanya itu bisa mengakibatkan nyeri buang air kecil.

Apabila Anda tidak yakin dengan status IMS Anda, cobalah cek sebagai langkah pertama yang bagus untuk mencari tahu apa yang benar-benar melukai Miss V.

Selain itu, ada hal-hal lain yang dapat menyebabkan Miss V terasa terbakar. Infeksi jamur telah membuat vulva Anda kering dan dapat membuat buang air kecil yang menyakitkan, seperti infeksi saluran kemih.

Tak satu pun dari masalah ini mengancam jiwa, tapi bisa menyebabkan rasa sakit dan masalah kesehatan jika dibiarkan tidak diobati sama sekali. Kondisi tersebut semuanya dapat disembuhkan dengan intervensi medis. Jadi jangan hanya menunggu untuk ke dokter.

Vagina terasa kering
Tingkat kelembaban di vagina berfluktuasi selama hari dan bulan, terutama tergantung pada kegiatan apa yang Anda lakukan. Tapi sekarang, vagina terasa kering terutama ketika Anda melakukan masturbasi atau berhubungan seks.

Jika Anda terlalu muda untuk masalah yang berhubungan dengan menjelang menopause, masalah ini mungkin sesuatu yang sangat sederhana. Banyak antihistamin yang Anda minum untuk obati pilek atau alergi bisa membuat Miss V kering atau karena detergen pakaian tertentu dan sabun mandi.

Jadi cobalah beralih ke detergen dan sabun yang dirancang untuk kulit sensitif, dan apakah Anda dapat beralih dari obat-obatan alergi Anda. Apabila cara-cara yang sudah disebutkan tidak ada yang berhasil, berbicaralah dengan dokter.

Vagina sakit saat berhubungan intim
Anda mungkin merasa vagina terasa semakin terkoyak setiap kali pasangan Anda penetrasi.

Semua infeksi yang dicatat sebelumnya (infeksi jamur dan bakteri vaginosis) dan IMS (gonore, chlaymidia, herpes dan trichomonoiasis) dapat mengakibatkan nyeri, alat kelamin bengkak, yang dapat mengakibatkan seks terasa menyakitkan dan mengerikan.

Tapi ada juga alasan seks tiba-tiba jadi menyakitkan yang tidak ada hubungannya dengan infeksi menular seksual atau sebaliknya. Beberapa wanita dengan endometriosis melaporkan nyeri seksual.

Ada juga vulvodynia, gangguan nyeri kronis yang dapat menyebabkan ketidak nyamanan di bagian mana pun di vulva. Atau gangguan yang disebut vaginismus, yang merupakan kontraksi involunter otot-otot vagina yang dapat membuat seks sangat menyakitkan. Namun jika vagina kering juga bisa menyebabkan seks yang menyakitkan.

Miss V Anda bau
Semua vagina memiliki aroma alami, dan berubah dengan siklus menstruasi kita, menjadi lebih kuat dan lebih lemah selama sebulan. Tapi kadang-kadang, vagina memancarkan bau yang tampaknya seperti dari gang belakang restoran, tidak keluar dari tubuh manusia yang sehat. Apa masalahnya di sana?

Vaginosis bakteri dan trikomoniasis sering disertai dengan bau amis yang digambarkan seperti “ikan” dan infeksi jamur kadang-kadang bisa mengeluarkan ragi, seperti bau roti. BV dan trikomoniasis keduanya mudah disembuhkan dengan obat-obatan resep, dan infeksi jamur disembuhkan dengan metode pilihan Anda.

Jadi jangan mencoba untuk mengabaikannya (dan pastikan tidak menggunakan produk wangi untuk menutupi bau! Kadang-kadang mereka memperburuk iritasi di alat kelamin).

Miss V mengeluarkan cairan tak biasa
Anda mungkin akrab dengan debit normal terlihat seperti apa. Sebagaimana dicatat sebelumnya, jumlah dan warna debit sehat bervariasi sepanjang bulan. Ini bisa berwarna bening atau putih, dan jarang atau berlimpah.

Cairan Miss V sebenarnya memainkan peran kunci dalam kesehatan vagina Anda – membantu menyiram bakteri, sel-sel mati dan hal lain yang bisa membawa kerugian bagi Pleasuredome Anda. Tapi sekarang, debit Anda tidak aktif – super tebal dan chunky, atau abu-abu, dan mungkin disertai dengan bau yang tidak biasa.

Pikiran Anda mungkin ke IMS. Dan itu benar, sejumlah IMS dapat menyebabkan debit – klamidia (volume tinggi debit, kadang-kadang disertai dengan perasaan terbakar) gonore (kuning, kadang-kadang disertai dengan rasa gatal, terbakar, dan nyeri genital keseluruhan) dan trichomonasis (kuning atau hijau, berbusa, kadang disertai bau yang tidak biasa), semua IMS kadang-kadang memiliki gejala mengeluarkan debit.

Tapi seperti disebutkan di atas, infeksi ragi dan bakteri vaginosis juga memiliki debit sebagai bagian dari gejala. Jadi jangan terlalu takut untuk berbicara dengan dokter.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Nyeri Saat Kencing

Ketika buang air kecil dibarengi dengan rasa sakit, terbakar, atau terasa tidak nyaman, itu adalah tanda yang jelas bahwa terjadi sesuatu yang tidak beres dalam tubuhmu.

Buang air kecil yang menyakitkan bisa menjadi tanda timbulnya infeksi yang memerlukan pengobatan. Meski rasa sakit ketika buang air kecil akan hilang dengan sendirinya, sangat baik untuk konsultasi ke dokter jika gejala tersebut tidak membaik.

Gejala dari saluran kemih bawah meliputi buang air kecil terasa sakit dan sering buang air kecil atau desakan untuk buang air kecil (atau keduanya), sementara gejala pielonefritis meliputi demam dan nyeri panggul di samping gejala ISK bawah. Pada orang lanjut usia dan anak kecil, gejalanya bisa jadi samar atau tidak spesifik. Kuman tersering penyebab kedua tipe tersebut adalah Escherichia coli, tetapi bakteri lain, virus, maupun jamur dapat menjadi penyebab meskipun jarang.

Setelah kencing terasa sakit merupakan rasa nyeri, tidak nyaman, atau panas saat anda buang air kecil. Rasa nyeri ini dapat bermula dari kandung kemih, uretra. Uretra ialah saluran yang membawa urine keluar tubuh. Pada pria, area di antara skrotum dan anus dikenal sebagai perineum. Pada wanita, perineum adalah area di masa anus dan lubang vaginal area. Sakit kencing sangat umum ditemui, lebih umum terjadi pada wanita daripada pria. Pada pria, kondisi ini lebih sering terjadi pada pria yang lebih dewasa.

Buang air kecil yang normal adalah ketika Anda merasa tak ada yang sakit. Apabila sakit, yang sangat mungkin terjadi Anda terinfeksi klamidia, trikomoniasis dan gonore, serta herpes luka terbuka. Semuanya itu bisa mengakibatkan nyeri buang air kecil.

Cara Mencegah Setelah Kencing Terasa Sakit
Cara Mencegah Setelah Kencing Terasa Sakit antara kain dengan minum air putih yang banyak (minimal 8 gelas per hari), menjaga kebersihan organ intim Jangan menahan kencing, kompres dengan air hangat di bagian perut jika nyeri, dan minum obat penahan sakit

Penyakit Yang Ditandai dengan Gejala Setelah Kencing Terasa Sakit, antara lain:
1. Infeksi Saluran Kemih/Kencing
2. Batu kandung kemih
3. Batu ginjal
4. Infeksi klamidia
5. Prostatitis
6. Vaginitis
7. Herpes genital

Tanaman Tradisional untuk Mengatasi Setelah Kencing Terasa Sakit
1. Tanaman Obat untuk Mengatasi Setelah Kencing Terasa Sakit yaitu
2. Sirih Merah
3. Alang-alang
4. Sambiloto
5. Kumis Kucing, dll

Punya Keluhan Penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Jerawat

Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah dan dapat meradang jika cara penanganan jerawat yang dilakukan tidak benar misalnya memencet jerawat dengan cara yang salah serta memakai alat yang tidak bersih.

Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan selama mengobati jerawat jenis apa pun:

• Cuci muka dengan air hangat suam kuku dan sabun pembersih yang ringan, dua kali sehari
• Kurangi stres dan beban pikiran
• Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang
• Lebih banyak minum air putih

Jika Anda tidak melihat perkembangan setelah 8 minggu mencoba perawatan, Anda bisa kembali mengunjungi dan berkonsultasi pada dokter.

Beberapa jenis jerawat membutuhkan perawatan dan pengobatan yang serius. Anda tidak bisa mengobati jerawat ini di rumah dengan obat rumahan. Anda juga harus mengunjungi dokter kulit agar dapat diresepkan obat antibiotik oral. Pengobatan dari dermatologi lainnya adalah suntik jerawat agar benjolannya mengempis lebih kecil.

Dokter mungkin juga akan meresepkan obat jerawat dengan dosis lebih kuat, apabila jerawat meradang parah. Obat ini digunakan saat obat-obatan dan metode lain sudah tidak lagi mempan mengobati jerawat parah. Namun, obat ini hanya bisa didapat dengan resep dokter spesialis kulit.

Apapun metode pengobatan jerawat yang sedang Anda jalani, jangan sekali-kali iseng mencuil, menggaruk, memecahkan, atau memencet jerawat. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini yang akan membuat jerawat Anda menjadi lebih buruk yang berlanjut menjadi infeksi dan meninggalkan bekas luka atau bopeng di wajah.

Bekas luka jerawat juga mempunyai cara penanganan khusus yaitu dengan cara Dermaroller, Subsisi, serta PRP ( Platelet Rich Plasma ).

Dermaroller adalah alat perawatan kulit yang menggunakan roller atau roda, yang permukaannya ditutup dengan ratusan jarum yang sangat kecil (micro needle). Jarum-jarum yang terdapat pada permukaannya akan menembus dan ‘melukai’ kulit Anda sehingga tubuh Anda secara alami akan terstimulasi untuk memperbaiki area luka tersebut. Pada proses perbaikan inilah regenerasi kulit dan produksi kolagen akan terjadi. Sehingga, area kulit yang tadinya rusak karena bekas jerawat pun akan ikut ‘diperbaiki’.

Teknik subsisi adalah dengan memasukkan jarum yang agak besar ukuran 18 atau 23G. Kemudian kulit seperti dicacah, fungsinya untuk melepaskan jaringan parut yang menarik kulit. Lubang luka yang dikarenakan jaringan kulit yang menarik ke bawah dan ketika dimasukkan jarum, maka lapisan jaringan kulit dapat lepaskan dan merangsang sel baru.

Metode PRP (Platelet Rich Plasma) adalah menggunakan sebagian darah klien untuk dijadikan plasma yang kaya akan faktor pertumbuhan dan mampu membantu regenerasi kulit serta memberikan efek peremajaan. Plasma darah ini akan diaplikasikan kembali ke permukaan kulit untuk tujuan terapi medis dan estetika yang mempunyai banyak manfaat salah satunya menghilangkan bekas jerawat.

Jerawat juga di sebabkan oleh beberapa hal misalnya bakteri, stres, pola makan, obat-obatan serta kosmetik. Maka oleh itu, ketika jerawat sedang meradang alangkah baiknya di hindari menggunakan kosmetik yang tebal karena itu dapat memperparah infeksi dijerawat.

Pola makan juga sangat berpengaruh dalam proses mengurangi jerawat. Ada beberapa jenis makanan yang harus kita hindari misalnya makanan yang mengandung olahan susu non-organik seperti keju dan mentega, makanan manis yang mengandung gula, fastfood, roti dan nasi, cokelat, makanan olahan dalam kemasan atau kalengan serta minuman kopi.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Servisitis

Servisitis adalah peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim. Serviks merupakan bagian paling bawah dari rahim yang terhubung dengan vagina. Layaknya jaringan lain dalam tubuh, serviks juga dapat mengalami peradangan karena berbagai alasan, yaitu infeksi (misalnya infeksi menular seksual) dan faktor noninfeksi  (misalnya iritasi atau alergi). Peradangan ini dapat ditunjukkan dengan perdarahan dari vagina di luar masa menstruasi, atau nyeri saat berhubungan seksual, serta keluarnya cairan abnormal dari vagina.

Servisitis dapat terjadi secara akut yang terjadi tiba-tiba dan parah, atau secara kronis yang berkembang dalam waktu lama. Jika kondisi ini tidak diobati, maka servisitis yang terjadi karena infeksi dapat menyebar hingga ke rongga perut, menimbulkan gangguan kesuburan, serta masalah pada janin bagi ibu yang sedang hamil.

Servisitis  adalah kondisi tidak menimbulkan gejala dan hanya diketahui pada saat pemeriksaan dengan gejala yang meliputi:

1. Adanya kotoran (keputihan), kuning atau putih;
2. Perdarahan ringan, kotoran vagina berwarna  merah muda atau coklat;
3. Nyeri di daerah vagina secara teratur;
4. Nyeri selama hubungan seksual.

Jika servisitis menyebabkan gonore atau klamidia dan menyebar ke tuba falopi, pasien dapat merasakan sakit di bagian panggul. Herpes simplex virus hanya menyebabkan peradangan di kulit luar daerah vagina namun tidak dapat menyebabkan infeksi pada kelenjar serviks.

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya servisitis, antara lain:

  1. Aktivitas seks yang tidak aman, seperti tanpa mengguakan kondom.
  2. Berhubungan seks dengan banyak pasangan.
  3. Melakukan hubungan seks dengan seseorang yang berisiko tinggi.
  4. Melakukan seks di usia dini.
  5. Memiliki riwayat infeksi menular seksual.

Servisitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang terjadi saat berhubungan seksual. Contoh infeksi yang menyebar dari hubungan seksual adalah gonore, chlamydia, trikomoniasis, dan herpes genital. Selain infeksi, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan servisitis adalah:

  1. Reaksi alergi, terhadap spermisida (zat yang dapat mematikan sperma) atau bahan lateks dari alat-alat kontrasepsi, serta produk-produk kewanitaan.
  2. Pertumbuhan flora normal (bakteri baik) yang tidak terkendali di dalam vagina.
  3. Iritasi atau cedera akibat pemakaian tampon.
  4. Ketidakseimbangan hormon, di mana kadar estrogen jauh lebih rendah dibanding kadar progesteron, sehingga mengganggu kemampuan tubuh dalam mempertahankan kesehatan serviks
  5. Kanker atau efek samping perawatan kanker

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Klamidia

Klamidia atau chlamydia adalah infeksi menular seksual  yang disebabkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Penyakit ini bisa menyerang baik pria maupun wanita melalui kontak seksual.

Klamidia dapat menginfeksi serviks (leher rahim), anus, saluran kencing, mata, dan tenggorokan. Penyakit ini termasuk yang tidak begitu sulit diobati jika langsung ditangani di masa-masa awal kemunculannya. Namun, jika dibiarkan chlamydia bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Pasalnya, penyakit kelamin ini bisa menyebabkan kerusakan serius dan permanen pada sistem reproduksi wanita. Akibatnya, wanita yang terserang chlamydia berisiko sulit hamil.

Chlamydia termasuk ke dalam infeksi menular seksual yang jarang disadari. Pasalnya, penyakit ini sering kali tidak menunjukkan tanda dan gejal di awal kemunculannya.

Tanda dan gejala biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah terpapar infeksi. Namun tanda ini pun sering kali ringan dan hilang begitu saja sehingga tak begitu dihiraukan.

Adapun berbagai tanda dan gejala yang biasanya muncul akan berbeda pada pria dan wanita, berikut selengkapnya:

Gejala klamidia pada wanita

  1. Sakit perut bawah
  2. Keputihan yang jauh lebih banyak dari biasanya dengan warna yang cenderung kuning serta berbau busuk
  3. Perdarahan yang terjadi di antara siklus haid
  4. Demam ringan
  5. Sakit saat seks
  6. Perdarahan setelah berhubungan seks
  7. Rasa terbakar saat buang air kecil
  8. Buang air kecil lebih sering
  9. Pembengkakan di vagina atau sekitar anus
  10. Iritasi di rektum

Gejala klamidia pada pria

  1. Rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil
  2. Penis mengeluarkan cairan berupa nanah, cairan yang encer, atau putih dan kental seperti susu
  3. Testis bengkak dan nyeri saat ditekan
  4. Iritasi pada rektum.

Apa penyebab klamidia (chlamydia)?

Klamidia disebabkan oleh bakteri yang disebut Chlamydia trachomatis. Infeksi ini dapat menyebar dengan mudah melalui seks vagina, oral, dan anal.

Seorang wanita tetap bisa terkena penyakit ini meski pasangannya tidak ejakulasi saat seks. Pasalnya, tak hanya lewat air mani, bakteri juga terdapat dalam cairan praejakulasi.

Selain itu, jika sudah pernah memiliki infeksi ini, risiko untuk terkena kembali sangat mungkin. Hal ini biasanya terjadi ketika Anda melakukan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.

Dikarenakan penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala, orang yang telah terinfeksi bisa dengan mudah menularkan ke pasangannya tanpa disadari.

Jika Anda adalah seorang ibu hamil yang mengidap klamidia, Anda juga dapat menyebarkan infeksi ini ke bayi saat melahirkan. Penyakit ini nantinya bisa menyebabkan pneumonia atau infeksi mata serius pada buah hati Anda.

Oleh karena itu, jika seorang ibu memiliki klamidia selama kehamilan, diperlukan tes 3 hingga 4 minggu setelah perawatan untuk memastikan kondisinya.

Namun penting untuk diingat bahwa penyakit kelamin ini tidak dapat ditularkan melalui:

  • Dudukan toilet yang telah digunakan oleh orang yang terinfeksi
  • Berbagi sauna dengan orang yang terinfeksi
  • Berbagi kolam renang yang sama dengan orang yang terinfeksi
  • Berbagi makanan dan minuman yang sama
  • Ciuman, pelukan, dan pegangan tangan
  • Permukaan yang sebelumnya disentuh oleh orang yang terinfeksi
  • Berdiri di dekat orang yang terinfeksi dan menghirup udara setelah mereka batuk atau bersin

Anda berisiko tinggi terkena klamidia jika:

  • Aktif secara seksual sebelum berusia 25 ahun
  • Sering berganti-ganti pasangan seks
  • Tidak menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dengan pasangan yang berbeda
  • Memiliki riwayat penyakit kelamin
  • Untuk mengurangi risiko, sebaiknya praktikkan seks yang aman dan lakukan tes secara rutin.

Selain menyebabkan infertilitas, klamidia juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi penyakit, seperti:

Radang panggul
Radang panggul atau pelvic inflammatory disease terjadi ketika bakteri menyebar dan meninginfeksi serviks, rahim, saluran tuba, dan ovarium. Radang panggul bisa membuat seseorang menjadi tidak subur, mengalami nyeri panggul kronis, dan hamil anggur.

Epididimitis
Epididimitis adalah kondisi saat saluran belakang testis yang membawa sperma menuju uretra meradang. Peradangan ini muncul akibat infeksi bakteri chlamydia yang akhirnya menyebabkan demam, pembengkakan, dan nyeri pada skrotum.

Prostatitis
Prostatitis atau infeksi kelenjar prostat adalah kondisi saat bakteri klamidia mulai masuk dan menyerang prostat. Hal ini mengakibatkan seseorang akan merasa nyeri saat berhubungan seks, demam, meriang, sakit saat kencing, dan nyeri punggung bawah.

Infeksi menular seksual lainnya
Orang yang sudah terkena chlamydia biasanya berisiko lebih tinggi terkena infeksi menular seks lainnya seperti gonore, sipilis, hingga HIV. Oleh karena itu, segera periksakan ke dokter jika Anda memang berisiko tinggi dan mengalami berbagai gejala tak biasa beberapa waktu belakangan.

Infertilitas
Chlamydia bisa menyebabkan jaringan parut dan sumbatan pada tuba falopi. Kondisi ini membuat seorang wanita bisa mengalami kesulitan untuk memiliki anak. Oleh katena itu, pengobatan dini sangat diperlukan untuk mencegah hal ini terjadi.

Arthritis reaktif
Arthritis reaktif adalah kondisi saat sendi terasa nyeri dan bengkak akibat infeksi di bagian lain pada tubuh. Penyakit yang dikenal dengan istilah sindrom Reiter ini juga menyerang mata dan uretra, yaitu tabung yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh Anda.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Gejala Chlamydia? Waspadai Gejalanya

Gejala Chlamydia Chlamydia biasanya tidak menimbulkan gejala. Meski demikian, penderita chlamydia tetap dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain. Bila terdapat gejala, biasanya gejala tersebut baru … Read more →