Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah gangguan testis pada pria dimana testis tidak dapat memproduksi hormon testosteron yang memadai serta memiliki kadar testosteron yang terlalu rendah itu menyebabkan berbagai masalah, termasuk:

1. Penurunan gairah seks
2. Massa otot berkurang
3. Jumlah sperma rendah (mengurangi kesuburan)
4. Hilangnya rambut tubuh

Ada dua jenis hipogonadisme yaitu primer dan sekunder. Kondisi ini dapat melibatkan masalah pada kelenjar pituitari itu tidak langsung Mempengaruhi produksi testosteron.

Penyebab Hipogonadisme

Kondisi bisa disebabkan oleh banyak hal seperti:

1. Penuaan
Cacat pada hipofisis dan atau hipotalamus, seperti tumor hipofisis dan kadar prolaktin yang tinggi (terlalu banyak hormon menyebabkan penurunan kadar testosteron)

2. Pengobatan
Kondisi testis seperti cedera parah, dan radiasi atau kemoterapi, semua bisa menguras kadar testosteron. Testis memainkan peran penting tidak hanya dalam sistem reproduksi laki-laki, tetapi dalam sistem endokrin juga. Pelepasan hormon testosteron terintegrasi untuk perkembangan yang sehat dari karakteristik fisik laki-laki.

Hipogonadisme (atau sindrom defisiensi) testoteron yang bisa berdampak pada kesehatan pria diketahui pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hidupnya.

Hipogonadisme merupakan kondisi di mana adalah suatu gejala klinis di mana seorang pria mengalami kekurangan testosterone akibat testis gagal memproduksi testosteron fisiologis. Kondisi tersebut banyak tidak disadari oleh pria karena masih kurangnya informasi terkait kesehatan pria.

Kita perlu mengetahui apa saja gejala-gejala yang dialami jika seorang pria terkena hipogonadisme (atau defiensi testoterone), yaitu, penurunan libido, disfungsi ereksi, mudah letih, sulit berkonsentrasi, daya tahan menurun, bertambah gemuk, gangguan perasaaan, dan mikropenis pada anak laki-laki.

Disarankan jika mengalami gejala demikian, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter terkait dan laksanakan testosteron undekanoat.

Apabila mengalami gejala hipogonadisme seperti penurunan libido dan disfungsi ereksi dapat diterapi dengan testosteron undekanoat dan jika terjadi disfungsi ereksi maka Verdenafil juga dapat dipergunakan sebagai terapi tambahan.

Kedua obat tersebut bekerja sinergis dalam mengatasi masalah kesehatan pria dan tentunya telah terbukti menolong banyak pria untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Di anjurkan untuk tidak minum obat penguat libido karena akan membahayakan kesehatan.

Sebaiknya jangan pernah mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi obat kuat bila mengalami hipogonadisme dan gejalanya seperti disfungsi ereksi. Kita harus tahu akar permasalahannya sehingga pengobatan dapat efektif dan kualitas hidup dapat diperbaiki.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223