Skin Tag

Skin Tag atau biasa disebut daging tumbuh adalah pertumbuhan kulit yang tidak biasa yang dapat muncul di bagian tubuh manapun.

Skin tag juga umum terjadi baik pada pria dan wanita.

Seringkali, skin tag tumbuh disekitar ketiak atau bagian punggung dekat leher.

Meskipun pertumbuhan skin tag ini bersifat jinak dan tidak menyebabkan rasa sakit, tapi mengganggu penampilan, terutama jika mereka tumbuh di wajah atau leher.

Skin tag ini bisa dihilangkan dengan tindakan kauterisasi (pembakaran) oleh dokter kulit.

Pernah melihat atau memiliki benjolan kecil yang terasa timbul di kulit? Kondisi tersebut dinamakan skin tag.

Skin tag dalam dunia medis disebut acrochordon, fibroepithelial polyp, cutaneous papilloma, merupakan pertumbuhan daging seperti tonjolan yang menggantung di kulit.

Skin tag terdiri dari serat kolagen longgar dan pembuluh darah yang dikelilingi oleh kulit. Kolagen adalah sejenis protein yang ditemukan di seluruh tubuh.

Benjolan kecil tersebut biasanya tumbuh di daerah leher, dada, punggung, ketiak, bawah payudara, kelopak mata, dan bagian selangkangan. Pada dasarnya di area tubuh dengan lipatan.

Sebagian besar ukuran skin tag kecil, di bawah dua milimeter. Saat dipegang, benjolan terasa lembut, halus, dan bulat. Bisa juga keriput dan asimetris. Warnanya bisa setara dengan warna kulit atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya karena hiperpigmentasi.

Orang berusia di atas 50 tahun dan mereka yang kelebihan berat badan, rentan memiliki skin tag. Benjolan ini sering terjadi pada penderita diabetes. Ibu hamil juga berpotensi menghadirkan skin tag karena adanya perubahan hormon.

Beberapa faktor penyebab munculnya skin tag antara lain adanya gesekan kulit ke kulit yang terus berulang, kelebihan berat badan, dan sering mengenakan pakaian ketat.

Bagi yang kelebihan berat badan, menurunkan berat badan tidak akan membuat skin tag hilang. Hanya saja dapat membantu mengurangi risiko benjolan berkembang lebih banyak.

Pada umumnya, skin tag itu jinak dan tidak berbahaya. Secara medis, benjolan kecil tersebut tidak harus disingkirkan. Benjolan tersebut pun tak menimbulkan rasa sakit. Kecuali, jika pada kasus skin tag berdarah, gatal, atau berubah warna, segera hubungi dokter.

Skin tag bisa dihilangkan bila dirasa mengganggu, seperti jika posisinya sering tergesek kulit, pakaian, atau perhiasan yang dapat menyebabkan iritasi. Skin tag juga bisa lepas dengan sendirinya bila jaringannya bengkok dan mati karena kekurangan pasokan darah.

Dokter kulit dapat menghilangkan skin tag dengan memotongnya dengan pisau bedah atau gunting, dengan cryosurgery (membekukan dengan nitrogen cair), electrosurgery (membakarnya dengan frekuensi tinggi energi listrik), atau dengan cara ligation (melepaskan skin tag dengan benang bedah agar bisa memotong aliran darah).

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Tinggalkan komentar