Penyakit Campak

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam-ruam di seluruh tubuh. Campak yang dalam bahasa inggrisnya disebut measles atau rubela merupakan suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus.Jumlah kasus infeksi campak dan rubella di seluruh dunia yang dilaporkan ke WHO tahun 2017 mencapai sekitar 190.000 kasus. Tahun 2016 tercatat lebih 130.000 kasus. sebuah kenaikan kasus sekitar 30 persen, yang membuat badan kesehatan dunia itu was-was.

Campak dapat menjadi masalah serius untuk semua kelompok umur. Akan tetapi anak berusia di bawah 5 tahun dan dewasa lebih dari 20 tahun lebih sering mengalami komplikasi. Komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, serta diare (1 dari 10 anak). Beberapa dapat mengalami komplikasi berat berupa pneumonia (1 dari 20 anak) yang merupakan penyebab kematian tersering pada campak, dan ensefalitis (1 dari 1000 anak) yang dapat berakhir dengan kematian. Setiap 1000 anak yang menderita campak, 1 atau 2 di antaranya meninggal dunia.

Gejala campak ditandai dengan :

1. Demam dengan suhu badan biasanya >38°C selama 3 hari atau lebih dan akan berakhir setelah 4-7 hari. Demam tinggi terjadi setelah 10-12 hari setelah tertular. Terdapat pula batuk, pilek, mata merah atau mata berair (3C: cough, coryza, conjunctivitis).

2. Tanda khas (patognomonis) ditemukan Koplik’s spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.

3. Gejala pada tubuh berbentuk ruam makulopapular. Ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5 sampai 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman.

Gejala batuk, sakit tenggorokan dan hidung meler

1. Penyebab campak adalah paramyxovirus, yang sangat menular. Virus ini menyebar melalui butiran di udara atau di atas permukaan, kemudian menggandakan diri di hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.

2. Anda dapat tertular paramyxovirus dengan memasukkan jari ke mulut/hidung atau dengan mengucek mata setelah menyentuh permukaan benda yang terinfeksi virus.[5] Terkena semburan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi juga dapat menyebarkan campak.

3. Orang yang terinfeksi campak dapat menyebarkan virus kepada orang lain selama periode sekitar delapan hari — dimulai ketika gejala mulai timbul dan berlangsung sampai empat hari setelah munculnya ruam.

Informasi dan bahaya yang diremehkan
Banyak orang tua yang meremehkan pentingnya vaksinasi, seperti halnya di Jerman . Hal ini disebabkan oleh penyebaran informasi yang salah mengenai efektifitas dan keamanan vaksin, terutama di jejaring sosial yang mengatakan bahwa vaksin berdampak autisme pada anak.

Selain itu konflik dan migrasi besar-besaran menyebabkan program vaksinasi campak terhenti. Hal ini diperparah dengan rendahnya imunisasi di Afrika yang memicu penyebaran virusnya secara global. Meskipun demikian WHO menyebutkan, lebih 850.000 kasus campak telah teratasi sejak tahun 2000.

Kuman campak bisa langsung menyebabkan pneumonia, atau anak campak bisa lebih mudah terkena komplikasi pneumonia. Meski campak dan pneumonia merupakan dua penyakit berbeda, campak pada anak dapat meningkatkan risiko terjadinya pneumonia.

Siapa yang berisiko tinggi :
Kelompok orang tertentu beresiko tinggi terjangkit campak dibandingkan yang lain. Yang paling beresiko adalah orang-orang yang: tidak mendapatkan vaksin campak, terdeteksi kekurangan vitamin A dan/atau melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang sering ditemukan campak (misalnya Afrika dan sebagian Asia).
Kelompok lain yang lebih rentan terjangkit campak adalah mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan anak-anak yang berumur di bawah 12 bulan.

1. Vaksin campak biasanya dikombinasikan dengan vaksin lain yang memberi kekebalan terhadap gondok dan rubela. Setelah semua digabungkan, vaksin ini dikenal sebagai vaksin MMR.

2. Orang yang mendapatkan pengobatan immunoglobulin dan vaksin MMR pada saat yang bersamaan juga berisiko lebih tinggi terkena campak.

3. Vitamin A memiliki khasiat antivirus dan sangat penting untuk kesehatan selaput lendir, yang melapisi hidung, mulut dan mata. Jika makanan Anda kekurangan vitamin A, Anda menjadi lebih rentan terkena campak dan mengalami gejala yang lebih parah.

Penanganan Medis
1. Buatlah janji dengan dokter keluarga Anda
Jika Anda menemukan salah satu dari gejala yang disebutkan di atas pada anak Anda atau diri Anda sendiri, buatlah janji dengan dokter keluarga atau dokter anak Anda untuk konsultasi dan pemeriksaan.

2. Dapatkan pengobatan yang tepat
Tidak ada pengobatan spesifik yang dapat menyingkirkan kasus campak yang sudah berkembang, tetapi beberapa tindakan tertentu dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala yang timbul. Orang-orang yang belum diimunisasi (termasuk anak-anak) dapat diberi vaksin MMR dalam 72 jam setelah pajanan terhadap paramyxovirus dan vaksin dapat mencegah gejala-gejala agar tidak berkembang.

3. Hindari komplikasi dari campak
Walaupun berpotensi mematikan (terutama di negara-negara berkembang), kasus campak jarang berdampak serius, atau membutuhkan penanganan medis kecuali demam melebihi 40° C. Namun, potensi komplikasi dari campak sering kali lebih parah daripada infeksi virus awal.[12] Komplikasi umum yang berasal dari campak meliputi: infeksi telinga akibat bakteri, bronkitis, radang tenggorokan, radang paru-paru (akibat virus dan bakteri), ensefalitis (pembengkakan otak), masalah kehamilan dan penurunan kemampuan pembekuan darah.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Tinggalkan komentar