Jenis, Gejala, Penyebab Sakit Rematik

Penyebab penyakit rematik sampai saat ini belum diketahui, namun diduga dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk kerentanan genetik, infeksi virus atau perubahan hormon. Keluhan penyakit rematik sangat beragam. Selain keluhan yang mengenai sendi, otot, dan tulang, penyakit rematik dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan, jantung, paru, mata, dan lain-lain. Penyakit rematik sendiri ada lebih dari seratus jenis. Penyakit rematik ini bisa digolongkan berdasarkan penyebabnya, yakni akibat gangguan sistem kekebalan tubuh (misalnya, rheumatoid arthritis, penyakit lupus eritemotosus, dan lain-lain), gangguan metabolism (misalnya rematik asam urat) atau faktor lain (proses pengapuran atau penuaan, misalnya osteoarthritis).

Rematik tidak ubahnya dengan penyakit masuk angin. Perbedaannya adalah rematik menyerang tulang belulang, sedangkan masuk angin menyerang rongga perut atau saluran pencernaan. Pada dasarnya, rematik disebabkan oleh pengembunan pada bagian tulang belulang yang berkepanjangan sehingga tulang mengalami rasa ngilu dan sakit. Pengembunan pada tulang dan usus atau rongga perut terjadi karena adanya perbedaan udara dingin dan udara yang relatif panas. Selama tidak terjadi pemanasan pada organ tubuh, embun dalam tulang tidak mengalami penguapan. rematik bisa mengakibatkan pengeroposan tulang pada usia yang relatif muda, pincang, bungkuk, dan lain sebagainya.

Macam-macam penyakit rematik antara lain:

Arthiritis rheumatoid (AR)

Arthiritis rheumatoid (AR) adalah penyakit autoimun denga inflamasi kronik yang ditandai dengan pembengkakan, nyeri sendi serta destruksi jaringan sinovial yang disertai gangguan pergerakan diikuti dengan kematian prematur. Penyakit ini dapat mempengaruhi berbagai jaringan dan organ, terutama menyerang sendi yang disebut inflamasi sinovitis, berkembang menjadi kerusakan tulang rawan artikuler dan kekakuan sendi. AR dapat menimbulkan peradangan yang menyebar ke paru, perikardium, pleura, sklera dan timbul lesi noduler yang paling sering di bawah kulit.

Rematik gout

Rematik gout, biasa disebut arthritis gout atau artritis pirai hanyalah salah satu dari lebih 100 jenis penyakit rematik yang telah dikenal. Di Indonesia, rematik gout menduduki urutan kedua terbanyak setelah penyakit osteoartritis (OA) yang lebih dikenal sebagai penyakit perkapuran sendi. Reumatik gout berhubungan dengan tingginya kadar asam urat serum.

Walaupun penyakit ini merupakan jenis penyakit rematik yang pengobatannya mudah dan efektif, tetapi bila diabaikan maka rematik gout juga dapat menyebabkan kerusakan sendi. Hal ini terjadi karena tumpukan kristal monosodium urat monohidrat (MSUM) di persendian akan menimbulkan peradangan sendi, kemudian memicu timbulnya rematik gout akut. Bila penangananya tidak memadai, selain menimbulkan rasa nyeri yang hebat, peradangan tersebut lambat laun akan merusak struktur sendi dan menyebabkan kecacatan.

Rematik Jantung

Penyakit jantung rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) ini adalah kondisi dimana terjadi kerusakan permanen dari katup-katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) yang disebabkan oleh demam rematik. Katup-katup jantung tersebut rusak karena proses perjalanan penyakit yang dimulai dengan infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus ß hemoliticus tipe A (contoh: Streptococcus pyogenes), bakteri yang bisa menyebabkan demam rematik, dengan satu atau lebih gejala mayor yaitu Poliarthritis migrans akut, Karditis, Korea minor, Nodul subkutan dan Eritema marginatum.

Osteoarthritis

Penyakit rematik ini biasanya dialami oleh seseorang pada usia 40 tahun sampai lanjut usia. Penyebab penyakit ini karena menurunnya sistem kerja atau fungsi dari tulang sendi atau akibat kerusakan pada tulang sendi. Penyakit ini sering dialami oleh wanita karena wanita mudah sekali mengalami penurunan hormon. Penyakit ini ditandai dengan keluhan utama rasa sakit atau pegal linu dan rasa kaku. Bisa pula terjadi bengkak sendi, gangguan gerak, dan lemah otot. Penyakit rematik pada lansia yang menahun (kronis) bisa menimbulkan cacat dibagian tubuh yang terkena.

Gejala-gejala rematik adalah :

  • Sering keringat dingin, sekalipun waktu tidur
  • Kaki terasa sakit
  • Tulang-tulang dan persendian terasa sakit
  • Keluar keringat berbau anyir
  • Jika diraba, tulang terasa sakit

Cara pencegahan rematik, yaitu :

  • Melakukan olahraga secara benar dan rutin
  • Jangan mandi malam
  • Jangan menggunakan kipas angin sewaktu tidur
  • Jika terpaksa mandi malam, lakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum Anda tidur agar terjadi penguapan
  • Makan yang cukup dan teratur supaya badan tidak terlalu panas dan mudah masuk angin
  • Hindari keluar keringat tidak pada waktunya (berkeringat pada waktu malam)

Pengobatan bagi pasien penderita rematik :

  • Olahraga teratur dan bangun pagi
  • Oleskan minyak goreng pada badan
  • Makan teratur dan minum air putih
  • Terapi pada kaki (lutut sampai telapak kaki), kurang lebih 10 menit pada kaki kanan dan kiri, terutama pada celah tulang betis dan tulang kering
  • Perlu berdiri dengan lutut keduanya dilipat supaya ada pembakaran dan penguapan tubuh.

Punya Keluhan Penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Tinggalkan komentar